Oleh Dudi Akasyah, SAg, MSi.
Allah akan meninggikan derajat bagi
orang beriman dan berilmu (QS. Al-Mujadalah, 58:11)
Ilmu
menempati kedudukan yang tinggi di dalam kehidupan manusia. Semua orang
menginginkan ilmu. Ada orang yang berhasil di dalam menuntut ilmu dan ada juga
mereka yang tidak berhasil di dalam menuntut ilmu.
Agar
berhasil di dalam menuntut ilmu maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai
berikut: [1] Kebulatan niat [2] Kepayahan [3] Memuliakan guru [4] Hindari
bermewah-mewahan [5] Membutuhkan waktu yang lama [6] Fokus dan sungguh-sungguh
[7] Ikhlas [8] Praktikan ilmu yang telah diperoleh [9] Rendah hati kepada siapa
pun.
1.
Kebulatan niat
Sebelum
menuntut ilmu, terlebih dahulu murid harus membulatkan niat. Kebulatan tekad
akan menjadikan ia mampu menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran
belajar. Bulatnya tekad juga dapat meringankan perjalanan menuntut ilmu. Agar
tekad kuat muncul maka hendaknya seorang murid: (a) Hendaknya murid melihat
banyak orang se-usianya yang tidak mampu menuntut ilmu (2) hendaknya murid
melihat orang yang telah berhasil di dalam ilmunya (3) Seorang murid perlu
mengetahui manfaat ilmu yang sedang digelutinya. Melalui cara di atas maka akan
tumbuhlah kebulatan niat untuk menuntut ilmu.
2.
Kepayahan
Kualitas
ilmu ditentukan oleh seberapa tinggi kepayahan yang dialami murid selama ia
menuntut ilmu. Semakin tinggi tingkat kepayahannya maka semakin tinggi pula
ilmu yang akan dia peroleh. Hal ini member pelajaran kepada kita bahwa
kepayahan di dalam menuntut ilmu jangan membuat kita putus asa sebab Allah akan
mengaruniakan ilmu yang tinggi di balik kepayahan. Sebagai contoh: murid
menghadapi masalah kekurangan biaya, kurang makan, baju lusuh, sakit, dan
sebagainya. Kepayahan-kepayahan seperti itu merupakan ujian dari Allah untuk
mengangkat derajat murid kepada derajat keilmuan yang tinggi.
3.
Memuliakan guru (Takzim)
Di
dalam menuntut ilmu, guru merupakan tokoh utama bagi para murid. Apa yang
disampaikan guru maka semuanya bertuah. Jika seorang murid berbakti kepada guru
maka dapat dipastikan murid tersebut kelak akan menjadi pelajar yang berhasil.
Sebaliknya apabila ada murid yang tidak hormat kepada gurunya maka kelak murid
tersebut tidak akan memperoleh apa-apa selama menuntut ilmu.
Kita
mendengar bahwa para ulama jaman dulu dimana mereka berhasil menjadi para ulama
yang terkemuka, karya-karya mereka banyak, penemuan mereka bernilai tinggi,
cerdas, dan mampu melahirkan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat, baik untuk
masanya maupun masa selanjutnya. Ternyata setelah ditelusuri rahasia di balik
kecerdasan beliau maka ditemukan bahwa kuncinya: memuliakan guru (takzim).
4.
Hindari bermewah-mewahan
Ilmu
tidak akan datang kepada murid yang manja, ingin disebut dirinya orang kaya,
ingin yang enak-enaknya saja, atau gengsi untuk menyapu, mencuci baju, dan
sebagainya. Ilmu akan dating kepada murid yang tampil sederhana, apa-adanya,
dan ulet di dalam belajar. Semua ilmu yang disampaikan guru disimak dengan
sungguh-sungguh. Ingat! Penilaian guru tidak bergantung kepada kecerdasan murid
namun bergantung kepada keuletan dan kesederhanaan murid di dalam menuntut
ilmu.
5.
Membutuhkan waktu yang lama
Untuk
memiliki suatu ilmu maka dibutuhkan waktu yang lama (tuluz-zaman). Sehebat apapun teknologi buatan manusia maka tidak
akan mampu mempersingkat penguasaan suatu ilmu. Seorang murid harus sabar dan
tekun selama beberapa tahun di dalam menyerap ilmu yang diberikan guru. Semakin
lama suatu ilmu ditekuni maka akan semakin tinggi dan semakin dalam ilmu yang
akan kita miliki.
Oleh
sebab itu, murid jangan ingin cepat-cepat atau tergesa-gesa untuk menyelesaikan
suatu ilmu. Tempuhlah waktu yang normal agar ilmu dapat dikuasai secara
maksimal.
6.
Fokus dan sungguh-sungguh
Ketika
guru menyampaikan suatu ilmu maka simak dengan sungguh-sungguh. Jangan
mengatakan: “Saya tidak membutuhkan ilmu itu.” Menyimak ilmu membuat pikiran
kita akan berjalan. Seorang guru tidak menilai pintarnya seorang murid namun
lebih melihat apakah murid itu focus dan sungguh-sungguh di dalam belajar.
Suatu ilmu yang awalnya dipahami namun jika terus dipelajari maka ilmu itu akan
dia kuasai.
7.
Ikhlas
Saat
menuntut ilmu hendaknya murid membersihkan niat. Seyogyanya ia tidak memikirkan
berapa banyak kekayaan dan jabatan yang akan dia miliki setelahnya ia menguasai
suatu ilmu. Ilmu tidak dapat diukur dengan materi. Siapa saja yang mengukur
ilmu dengan materi maka sama dengan mengukur yang tinggi dengan yang rendah,
maka jangan mengukur seperti itu.
Hendaknya
murid menimba ilmu dengan niat menjalankan perintah Allah dan menjalankan
syariat Islam yang mewajibkan seluruh muslim untuk mencari ilmu.
Ilmu
berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Seseorang yang
memiliki ilmu dan iman maka ia akan memperoleh iman yang kuat, derajatnya
tinggi, dan memiliki kecerdasan di dalam member manfaat kepada masyarakat.
8.
Praktikan ilmu yang telah diperoleh
Seorang
murid hendaknya mengamalkan ilmu yang telah dimiliki. Mengamalkan ilmu
mempunyai dua arti: pertama, mengamalkan
berarti mengerjakan apa yang dia tahu. Contoh: Seorang murid telah mengetahui
ilmu tajwid maka hendaknya dia saat membaca Al-Qur’an menggunakan tajwid.
Contoh lain: Seorang murid telah mempelajari ilmu sedekah maka hendaknya murid
tersebut mengeluarkan sedekah. Kedua, mengamalkan bermakna menyampaikan atau
mengajarkan kepada orang lain, yakni emngajari orang yang belum tahu menjadi
tahu.
9.
Rendah hati kepada siapa pun
Murid
hendaknya ingat kepada pepatah: “Padi yang merunduk adalah padi yang berisi.”
Peribahasa lainnya: “Tong kosong nyaring bunyinya.” Kedua peribahasa tersebut
menyampaikan tentang sikap orang yang berilmu dan sikap orang yang tak berilmu.
Orang
yang menuntut ilmu harus menjauhkan diri dari sifat sombong. Orang yang berilmu
harus hati-hati di dalam menilai orang lain. Ia tidak akan gegabah merendahkan
seseorang. Ilmu selalu mengajarkan keuntungan rendah hati dan kerugian sombong.
Janganlah
kita berkata-kata dengan tujuan agar kita dipandang sebagai orang berilmu.
Rendah-hatilah sebab kerendahan hati menunjukan bahwa ia telah memiliki ilmu,
kerendahan hati akan mengantarkan seseorang ke derajat yang tinggi, sebagaimana
seekor burung yang terbang dari bumi menuju langit.
Ilmu
dan Iman
Ilmu
pengetahuan yang dimiliki seseorang akan menebarkan banyak manfaat apabila
orang tersebut memiliki iman yang kuat. Melalui bimbingan iman dan Islam maka
ilmu yang kita miliki akan semakin berkembang, semakin cerdas, dan jangkauan
manfaatnya akan semakin luas.
Penutup
Ilmu
berada di tempat yang tinggi. Siapa saja orangnya yang memiliki ilmu maka ia
akan memperoleh kedudukan yang tinggi. Siapa saja yang sedang menuntut ilmu
maka ia memperoleh banyak pahala dan keistimewaan dari Allah SWT. Siapapun
orangnya menginginkan ilmu, namun hanya sedikit orang yang sabar di dalam
menuntut ilmu sehingga perjalanan menuntut ilmu menjadi terhalang. Semoga catatan
ini bermanfaat bagi para penuntut ilmu.
ý
Dudi Akasyah Ihsan
Jakarta, SMK
Pelayaran
Rabu, 05 Desember 2012 M / 18 Muharram 1434 H
Jam 12.15 WIB