Minggu, 03 November 2013

Kiat Jitu Menjadi Murid Juara

Oleh Dudi Akasyah, SAg, MSi.

 
Allah akan meninggikan derajat bagi orang beriman dan berilmu (QS. Al-Mujadalah, 58:11)
Ilmu menempati kedudukan yang tinggi di dalam kehidupan manusia. Semua orang menginginkan ilmu. Ada orang yang berhasil di dalam menuntut ilmu dan ada juga mereka yang tidak berhasil di dalam menuntut ilmu.
Agar berhasil di dalam menuntut ilmu maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: [1] Kebulatan niat [2] Kepayahan [3] Memuliakan guru [4] Hindari bermewah-mewahan [5] Membutuhkan waktu yang lama [6] Fokus dan sungguh-sungguh [7] Ikhlas [8] Praktikan ilmu yang telah diperoleh [9] Rendah hati kepada siapa pun.
1.    Kebulatan niat
Sebelum menuntut ilmu, terlebih dahulu murid harus membulatkan niat. Kebulatan tekad akan menjadikan ia mampu menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran belajar. Bulatnya tekad juga dapat meringankan perjalanan menuntut ilmu. Agar tekad kuat muncul maka hendaknya seorang murid: (a) Hendaknya murid melihat banyak orang se-usianya yang tidak mampu menuntut ilmu (2) hendaknya murid melihat orang yang telah berhasil di dalam ilmunya (3) Seorang murid perlu mengetahui manfaat ilmu yang sedang digelutinya. Melalui cara di atas maka akan tumbuhlah kebulatan niat untuk menuntut ilmu.
2.    Kepayahan
Kualitas ilmu ditentukan oleh seberapa tinggi kepayahan yang dialami murid selama ia menuntut ilmu. Semakin tinggi tingkat kepayahannya maka semakin tinggi pula ilmu yang akan dia peroleh. Hal ini member pelajaran kepada kita bahwa kepayahan di dalam menuntut ilmu jangan membuat kita putus asa sebab Allah akan mengaruniakan ilmu yang tinggi di balik kepayahan. Sebagai contoh: murid menghadapi masalah kekurangan biaya, kurang makan, baju lusuh, sakit, dan sebagainya. Kepayahan-kepayahan seperti itu merupakan ujian dari Allah untuk mengangkat derajat murid kepada derajat keilmuan yang tinggi.
3.    Memuliakan guru (Takzim)
Di dalam menuntut ilmu, guru merupakan tokoh utama bagi para murid. Apa yang disampaikan guru maka semuanya bertuah. Jika seorang murid berbakti kepada guru maka dapat dipastikan murid tersebut kelak akan menjadi pelajar yang berhasil. Sebaliknya apabila ada murid yang tidak hormat kepada gurunya maka kelak murid tersebut tidak akan memperoleh apa-apa selama menuntut ilmu.
Kita mendengar bahwa para ulama jaman dulu dimana mereka berhasil menjadi para ulama yang terkemuka, karya-karya mereka banyak, penemuan mereka bernilai tinggi, cerdas, dan mampu melahirkan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat, baik untuk masanya maupun masa selanjutnya. Ternyata setelah ditelusuri rahasia di balik kecerdasan beliau maka ditemukan bahwa kuncinya: memuliakan guru (takzim).
4.    Hindari bermewah-mewahan
Ilmu tidak akan datang kepada murid yang manja, ingin disebut dirinya orang kaya, ingin yang enak-enaknya saja, atau gengsi untuk menyapu, mencuci baju, dan sebagainya. Ilmu akan dating kepada murid yang tampil sederhana, apa-adanya, dan ulet di dalam belajar. Semua ilmu yang disampaikan guru disimak dengan sungguh-sungguh. Ingat! Penilaian guru tidak bergantung kepada kecerdasan murid namun bergantung kepada keuletan dan kesederhanaan murid di dalam menuntut ilmu.
5.    Membutuhkan waktu yang lama
Untuk memiliki suatu ilmu maka dibutuhkan waktu yang lama (tuluz-zaman). Sehebat apapun teknologi buatan manusia maka tidak akan mampu mempersingkat penguasaan suatu ilmu. Seorang murid harus sabar dan tekun selama beberapa tahun di dalam menyerap ilmu yang diberikan guru. Semakin lama suatu ilmu ditekuni maka akan semakin tinggi dan semakin dalam ilmu yang akan kita miliki.
Oleh sebab itu, murid jangan ingin cepat-cepat atau tergesa-gesa untuk menyelesaikan suatu ilmu. Tempuhlah waktu yang normal agar ilmu dapat dikuasai secara maksimal.
6.    Fokus dan sungguh-sungguh
Ketika guru menyampaikan suatu ilmu maka simak dengan sungguh-sungguh. Jangan mengatakan: “Saya tidak membutuhkan ilmu itu.” Menyimak ilmu membuat pikiran kita akan berjalan. Seorang guru tidak menilai pintarnya seorang murid namun lebih melihat apakah murid itu focus dan sungguh-sungguh di dalam belajar. Suatu ilmu yang awalnya dipahami namun jika terus dipelajari maka ilmu itu akan dia kuasai.
7.    Ikhlas
Saat menuntut ilmu hendaknya murid membersihkan niat. Seyogyanya ia tidak memikirkan berapa banyak kekayaan dan jabatan yang akan dia miliki setelahnya ia menguasai suatu ilmu. Ilmu tidak dapat diukur dengan materi. Siapa saja yang mengukur ilmu dengan materi maka sama dengan mengukur yang tinggi dengan yang rendah, maka jangan mengukur seperti itu.
Hendaknya murid menimba ilmu dengan niat menjalankan perintah Allah dan menjalankan syariat Islam yang mewajibkan seluruh muslim untuk mencari ilmu.
Ilmu berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Seseorang yang memiliki ilmu dan iman maka ia akan memperoleh iman yang kuat, derajatnya tinggi, dan memiliki kecerdasan di dalam member manfaat kepada masyarakat.
8.    Praktikan ilmu yang telah diperoleh
Seorang murid hendaknya mengamalkan ilmu yang telah dimiliki. Mengamalkan ilmu mempunyai dua arti: pertama, mengamalkan berarti mengerjakan apa yang dia tahu. Contoh: Seorang murid telah mengetahui ilmu tajwid maka hendaknya dia saat membaca Al-Qur’an menggunakan tajwid. Contoh lain: Seorang murid telah mempelajari ilmu sedekah maka hendaknya murid tersebut mengeluarkan sedekah. Kedua, mengamalkan bermakna menyampaikan atau mengajarkan kepada orang lain, yakni emngajari orang yang belum tahu menjadi tahu.
9.    Rendah hati kepada siapa pun
Murid hendaknya ingat kepada pepatah: “Padi yang merunduk adalah padi yang berisi.” Peribahasa lainnya: “Tong kosong nyaring bunyinya.” Kedua peribahasa tersebut menyampaikan tentang sikap orang yang berilmu dan sikap orang yang tak berilmu.
Orang yang menuntut ilmu harus menjauhkan diri dari sifat sombong. Orang yang berilmu harus hati-hati di dalam menilai orang lain. Ia tidak akan gegabah merendahkan seseorang. Ilmu selalu mengajarkan keuntungan rendah hati dan kerugian sombong.
Janganlah kita berkata-kata dengan tujuan agar kita dipandang sebagai orang berilmu. Rendah-hatilah sebab kerendahan hati menunjukan bahwa ia telah memiliki ilmu, kerendahan hati akan mengantarkan seseorang ke derajat yang tinggi, sebagaimana seekor burung yang terbang dari bumi menuju langit.
Ilmu dan Iman
Ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang akan menebarkan banyak manfaat apabila orang tersebut memiliki iman yang kuat. Melalui bimbingan iman dan Islam maka ilmu yang kita miliki akan semakin berkembang, semakin cerdas, dan jangkauan manfaatnya akan semakin luas.
Penutup
Ilmu berada di tempat yang tinggi. Siapa saja orangnya yang memiliki ilmu maka ia akan memperoleh kedudukan yang tinggi. Siapa saja yang sedang menuntut ilmu maka ia memperoleh banyak pahala dan keistimewaan dari Allah SWT. Siapapun orangnya menginginkan ilmu, namun hanya sedikit orang yang sabar di dalam menuntut ilmu sehingga perjalanan menuntut ilmu menjadi terhalang. Semoga catatan ini bermanfaat bagi para penuntut ilmu.
ý Dudi Akasyah Ihsan

MAJLISUL ILMI “SAKINAH”

Jakarta, SMK Pelayaran
Rabu, 05 Desember 2012 M / 18 Muharram 1434 H
Jam 12.15 WIB





Tidak ada komentar:

Posting Komentar